Mengenal Komposisi Atmosfer Dan Uap Air




Armosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti bumi dan dibatasi oleh gaya gravitasi. Didalam atmosfer terdapat udara kering, uap air, dan partikel-partikel padat atau cair yang disebut aerosol.

Uap air kadarnya sangat kecil, tetapi sangat penting dalam proses cuaca, karena ia memainkan peranan dominan dalam proses termodinamika. Uap air dapat berubah fasa (ujud) menjadi cair atau padat, seperti yang terlihat pada gambar 


Ozon dan karbondioksida di atmosfer kadarnya sangat kecil, tetapi mempunyai sifat-sifat radiatif yang penting. Ozon menyerap gelombang pendek dari radiasi matahari, sedangkan CO2 transparan terhadap radiasai matahari, tetapi menyerap gelombang panjang dari radiasi bumi.

Aerosol dalam atmosfer mempunyai kadar yang sangat bervariasi bergantung pada tempat dan waktu. Dikawasan industri dan kota besar, kadar aerosol lebih banyak. Aerosol mempunyai efek transmisi radiasi melalui atmosfer. 

Jika ukuran aerosol lebih besar dari pada panjang gelombang radiasi maka efeknya pemantulan, jika ukurannya lebih kecil dari pada panjang gelombang radiasi, maka efeknya hamburan yang selektif. letusan vulkano akan menurunkan temperatur bumi, karena banyak radiasi matahari yang dipantulkan oleh partikel-partikel vulkanik.

Pencemaran udara terjadi jika kadar polutan diatas batas ambang sehingga polutan dapat merugikan kehidupan dan hak milik  (material). Pencemaran udara mempunyai efek fisiologis dan efek kenikmatan. Dalam jangka panjang tidak mustahil ada perubahan (kecenderungan) iklim akibat perubahan komposisi udara

Uap Air

Udara natural selalu mengandung uap air meskipun daiatas gurun. variasi kadar uap air di udara sangat besar, bergantung pada waktu dan tempat. Konsentrasi uap air berkurang (turun) terhadap ketinggian. Uap air masuk ke atmosfer dari permukaan bumi melalui penguapan air permukaan bumi, atau melalui transpirasi (penguapan) tanaman. 

Jika mengalami pendinginan uap air berubah menjadi keadaan cair ata padat (es) dan membentuk awan atau kabut yang kemudian turun kepermukaan sebagai gerimis (drizzle), hujan (rain), hujan deras (Shower), salju (snow), atau batu es (hail). Kadang-kadang perubahan fasa uap air terjadi pada permukaan bumi dan membentuk embun (dew) atau embun beku (frost)

Related Posts: